Deskripsi
Buku ini bukan sekadar rekaman penanggalan hidup seorang tokoh, melainkan sebuah instalasi spiritual tentang ketangguhan, cinta kasih, dan pengabdian tanpa batas. Ditulis dengan pendekatan naratif yang puitis dan menyentuh kalbu, buku ini menelusuri jejak langkah Ibu Nyai Zainab, putri bungsu dari pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Karim (Mbah Manab), sekaligus belahan jiwa sang singa podium NU, KH. Mahrus Aly. Di balik kebesaran nama Lirboyo yang hari ini menaungi puluhan ribu santri, buku ini menyingkap tabir sejarah tentang sosok dibalik layar yang merajut peradaban dari balik bilik-bilik sunyi pesantren.
Pembaca akan diajak mengarungi perjalanan hidup Nyai Zainab sejak masa kecilnya yang penuh keprihatinan di Lirboyo, masa-masa menempa diri di Pesantren Denanyar di bawah asuhan KH. Bisri Syansuri, hingga pernikahannya dengan Kiai Mahrus Aly. Sebagai “Manajer Langit” di balik kesuksesan dan kiprah Kiai Mahrus Aly, Nyai Zainab menunjukkan kemandirian luar biasa dengan mengelola sawah, peternakan, hingga merintis bisnis transportasi umum demi menjaga marwah sang suami dalam berdakwah. Hingga akhirnya, sang bunga Lirboyo itu layu dan pulang ke haribaan-Nya. Kepergiannya meruntuhkan separuh jiwa Kiai Mahrus Aly yang dalam duka sering memanggil-manggil namanya. Hanya berselang seratus hari (atau dalam riwayat lain 80 hari), seolah tak kuasa menahan rindu, sang singa podium menyusul belahan jiwanya menuju keabadian.
Lebih dari sekadar biografi naratif, buku ini menyajikan kajian ilmiah yang komprehensif mengenai peran strategis seorang Nyai. Buku ini membedah bagaimana Nyai Zainab bertindak sebagai motor penggerak utama, pilar penyokong (support system), sekaligus arsitek di balik layar yang menentukan stabilitas ekonomi, sosial, dan spiritual yang mengantarkan pada kesuksesan dakwah KH. Mahrus Aly serta kejayaan Pesantren Lirboyo.






Ulasan
Belum ada ulasan.